Sabtu, 17 Desember 2011

TENNIS- Teknik Pukulan Tenis Backhand

Backhand, Pukulan dasar kedua dalam bermain tennis. Backhand adalah pukulan yang diayun dari seberang badan menuju depan atau menggunakan bagian belakang dari raket untuk memukul bola dan telapak tangan anda membelakangi bola.
Saat ini terdapat dua jenis pukulan backhand yang populer digunakan, yaitu: backhand menggunakan satu tangan dan backhand menggunakan dua tangan. Masing-masing pukulan memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, saat ini pukulan backhand dua tangan lebih banyak dipakai oleh pemain pro karena efektivitasnya. Saya akan coba membahas kedua teknik pukulan ini satu per satu.
1. Backhand satu tangan
Terdapat beberapa keuntungan dalam memakai backhand satu tangan. Pertama, anda memperoleh keuntungan dari jangkauannya yang panjang sehingga bola-bola yang melebar dapat ditangani dengan lebih mudah. Kedua, lebih mudah untuk melakukan voli dari grip satu tangan dan umumnya pemain yang memiliki backhand satu tangan lebih jago dalam memukul voli daripada pemain yang memiliki backhand dua tangan. Terdapat 2 jenis grip yang dapat anda pakai dalam melakukan backhand dua tangan, yaitu eastern dan full-eastern (western) grip. Anda dapat melihat detilnya di sini.
Tahap-tahap gerakan backhand satu tangan adalah sbb:
Dari posisi bersiap, anda bergerak ke arah bola datang dan telah menentukan zona pukulan serta grip yang akan anda pakai. Zona pukulan untuk pukulan backhand satu tangan yang baik adalah agak di depan badan anda.
_40790592_back_top_spin_1.gif
Raket diayunkan ke belakang beserta bahu dan punggung anda. Stance yang dipakai dalam backhand satu tangan umumnya adalah closed stance dimana posisi badan tegak lurus terhadap net atau garis baseline.
_40790596_back_top_spin_3.gif
Raket diayunkan ke depan menuju titik kontak dengan bola dan usahakan kontak berada pada sweetspot dari raket. Ingat, titik kontak sebaiknya berada agak di depan badan dan bukan di samping.
_40790598_back_top_spin_4.gif
Kemudian ayunan diteruskan untuk melakukan tahap followthrough kira-kira ke arah jam 2 badan anda.
_40790602_back_top_spin_anim.gif
2. Backhand dua tangan
Backhand ini merupakan yang paling populer digunakan oleh pemain tenis saat ini. Keuntungan dari grip ini adalah ayunannya yang efisien dan tenaga ekstra yang dihasilkannya karena menggunakan dua tangan. Namun, kekurangannya terutama dalam menghadapi bola-bola yang melebar dikarenakan tumpuan ayunan yang menggunakan 2 bahu. Grip yang dipakai dalam melakukan pukulan ini adalah tangan kanan berada pada ujung gagang raket dengan grip continental dan tangan kiri berada di atasnya dengan grip semi-western. Untuk selengkapnya dapat anda baca di sini. Tahapan untuk melakukan backhand dua tangan adalah sbb:
Dari posisi bersiap, anda bergerak ke arah bola datang dan telah menentukan zona pukulan serta grip yang akan anda pakai. Zona pukulan untuk pukulan backhand dua tangan yang baik adalah di samping badan anda di sekitar daerah pinggang.
_40790742_back_hand_2.gif
Raket diayunkan ke belakang pada posisi kira-kira sejajar pinggang anda. Stance yang dipakai dalam backhand dua tangan umumnya closed stance, namun dapat pula dilakukan dengan open stance.
_40790744_back_hand_3.gif
Raket diayunkan ke depan menuju titik kontak dengan bola dan usahakan kontak berada pada sweetspot dari raket. Dalam ayunan ke depan ini, tangan kiri memegang peran yang dominan sedangkan tangan kanan sebagai penyeimbang dan pengarah bola.
_40790746_back_hand_4.gif
Kemudian ayunan diteruskan ke samping badan anda hingga raket ke arah punggung untuk melakukan tahap followthrough.
_40790738_back_hand_anim1.gif
Bagi pemula yang mungkin pernah bermain bulutangkis atau tenis meja, cenderung agak janggal ketika berlatih tenis terutama untuk pukulan backhand dua tangan karena pukulan ini menggunakan tangan yang non dominan sebagai utamanya sedangkan tangan dominan sebagai penyeimbang dan pengarah bola. Untuk melatihnya anda bisa mencoba berlatih memukul forehand memakai tangan non-dominan anda. Apabila anda telah dapat memukul dengan baik dan konsisten, barulah mencoba untuk memukul dengan 2 tangan.

Teknik Bermain Golf Course dan Tee

Dipastikan pegolf pernah menggunakan Driving Range karena disanalah tempat pegolf berlatih baik untuk practising Golf Course (dari mulai belajar memukul bola, berlatih mengarahkan bola sampai untuk mencoba Hotel Golf club yg baru). Pada berbagai Driving Range (yang banyak tersebar dimana-mana) kini sudah jarang ditemui Driving Bay yang masih dilengkapi alat untuk menaruh bola pada Tee. Mungkin karena memang tidak ada ataupun sudah rusak.
Tee adalah suatu plastik kecil yang berguna untuk menyangga bola agar dapat melayang diatas permukaan sehingga dapat mudah dipukul saat Teeing Off (pukulan awal). Apabila kita berlatih menggunakan Wood 3 keatas atau Iron umumnya tidak membutuhkan Tee tetapi seperti kita ketahui bahwa bila kita berlatih Golf Course menggunakan Driver (atau Wood 1) atau bagi para pemula dalam menggunakan Iron sekalipun maka maka Tee tetap diperlukan (Hotel Golf).
\cara lebih mudah yang tujuannya adalah menaruh bola pada Tee dengan TANPA MEMBUNGKUK SAMA SEKALI dan AMAT MUDAH. Yang tentunya bisa anda coba karena cara ini telah berhasil pada banyak orang yang mencobanya. Ikuti petunjuk berikut:
1. Untuk awalnya gunakan Iron club (club = stick) yang nomor berapapun terserah anda, tergantung yang akan anda gunakn saat itu. Tetapi bagi pemula untuk practising cara ini akan lebih mudah menggunakan nomor besar spt 7, 8 atau 9 karena kemiringannya lebih landai.
2. Tempatkan bola (Hotel Golf Course) dari container ke arah depan Tee. Lakukan hal tsb menggunakan Iron club tersebut. Bila anda telah lancar dengan cara ini maka anda bisa juga menempatkannya dibelakang Tee.
3. Pijakan Kaki kanan anda disebelah kiri Tee dengan jarak kira-kira 2cm dari Tee. Taruh club anda pada sebelah kanan Bola
4. Dengan menggunakan club tsb geser / raup bola kearah kaki anda sampai bola terjepit dan coba angkat sedikit bola tsb (seperti anda menyendok)
5. Sambil tetap menjepit bola pada kaki gelindingkan bola tsb keatas Tee lalu turunkan perlahan
6. Karena unsur club dari head sampai shaft (kecuali grip) terbuat dari bahan keras (steel, titanium, graphite, carbon dll) pasti saat menurunkan bola (Hotel Golf Course) pada Tee tsb anda akan merasakan getarannya saat bola terletak pas pada Tee (hal itu juga terlihat secara kasat mata)
7. Ayun club anda (perlahan) kearah kanan dan geser kaki anda kearah kiri. Intinya adalah tinggalkan / lepaskan bola yang sudah terpasang pada Tee.
8. Selesai. Kini bola telah siap anda pukul.

Belajar (Teori) Golf

Sambil melepas penat melihat data akuisisi seismik sa-Indonesia, saya iseng liat-liat halaman pengetahuan golf, beberapa hal yang ditemukan:

1. Stick golf atau club, terdiri dari 3 jenis utama: wood untuk pukulan jauh, atau driver, untuk kepeluan tee-shot; wedge untuk pukulan menengah, mengincar area green (tempat hole); terkahir adalah putter untuk keperluan membuat goal ;). Meski banyak terdapat driving range, pukulan tersulit (katanya) justru putting. Ketiga jenis ini memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda, jadi, para pemula bisa memulai mengoleksi 3 buah club untuk masing-masing kebutuhan. Sebagai contoh, ketiga jenis club ini bisa dilihat di situs Jack Nicklause dan Mizuno.
2. Lapangan golf biasa disebut course yang kebanyakan terdiri dari 9 dan 18 hole. Terdiri dari hole yang memiliki par(pukulan maksimum yang bisa dilakukan dari tee sampai hole) yang biasanya memiliki nilai par dari 3,4, dan 5. Pemain berkompetisi untuk mendapatkan nilai sekecil mungkin, kalo bisa ya negatif. Misalkan untuk course dengan 18 hole, par maksimumnya 72, nah untuk menyelesaikan ke-18 hole itu kita membutuhkan berapa kali pukul?
3. Pemain amatir (bukan profesional), mengenal sistem handicap. Perhitungan aritmatika sederhana yang ditetapkan oleh The R & A, The Royal and Ancient Golf Club di Scotlandia melalui golf club di masing-masing negara yang nilainya bervariasi. Perhitungannya nanti akan menentukan kemenangan seorang pemain. Makin kecil handicap-nya makin oke tuh pemain amatir.
4. Membership of Golf Club biasanya berlaku untuk beberapa tahun, juga dapat diperjualbelikan. Sebagai contoh, keanggotaan Klub Golf Senayan bisa dijadikan acuan harga. Bagi mereka yang bukan anggota, biasanya dikenakan biaya green yang harganya bervariasi beradasarkan jam dan hari, sebagai contoh lain dapat dilihat di situs Dago Golf Bandung.
5. Selain clubs, sebaiknya kita menggunakan sepatu golf untuk digunakan saat bermain agar tidak merusak green (beberapa klub mewajibkan penggunaannya), topi pelindung dari panas, payung pelindung hujan, tas golf, sarung tangan, dan jika diperlukan tentu seorang caddy sebagai helper dan teman ngobrol membahas keputusan yang diambil ketika hendak menghajar bola.
6. Belajar teori sudah, megang club sudah, pergi ke course sudah, bermain? belum, driving? belum. Yeah, when money no object lah.

Jumat, 16 Desember 2011

TENNIS-TEKNIK DASAR FOREHAND

Forehand, pukulan yang paling dasar dan paling mudah diajarkan dalam tennis. Forehand sendiri adalah pukulan yang ayunannya dari belakang badan menuju depan dan bagian depan raket atau telapak tangan kita berhadapan dengan bola.
Saya akan coba jabarkan gerakan dasar dari forehand klasik yang mudah untuk dipelajari bagi pemula. Bagi anda yang masih pemula, anda dapat menggunakan grip continental atau eastern dalam memegang raket tenis dan stance yang digunakan adalah closed stance dimana posisi badan tegak lurus terhadap garis baseline atau net. Berikut ini adalah gambar yang menunjukkan pergerakan dalam pukulan forehand klasik.


  • Gerakan dimulai dari pergerakan badan menuju arah bola dan kita telah menentukan tepatnya zona bola akan dipukul. Zona yang baik untuk memukul tenis dengan grip continental. (Gambar 1). atau eastern adalah pada daerah di depan badan anda, di daerah sekitar bawah perut.
  • Kemudian raket anda ayunkan ke belakang bersamaan dengan rotasi bahu tangan anda yang tidak memegang raket ke depan. Kaki kiri maju ke depan dan badan tegak lurus terhadap garis baseline atau net untuk melakukan closed stance (Gambar 2 dan 3).
  • Ketika bola telah masuk pada zona pukulan yang anda kehendaki, raket anda ayunkan ke depan menuju titik kontak antara bola dengan raket (Gambar 4).
  • Raket kontak dengan bola tenis dan usahakan bola harus berada pada sweetspot dari raket untuk kesempurnaan dari pukulan tersebut (Gambar 5).
  • Setelah terjadi kontak maka kita melakukan followthrough dengan cara raket tetap diayunkan hingga melintasi badan kita ke arah kira-kira jam 11 (Gambar 6).
Gerakan forehand berikutnya merupakan pukulan forehand yang digunakan oleh pemain-pemain modern jaman sekarang dimana perbedaan dengan cara klasik seperti di atas terletak pada pemilihan grip, stance, dan followthrough. Grip yang umumnya dipakai oleh petenis modern adalah semi-western atau full-western sehingga pukulan utama dari pemain saat ini kebanyakan adalah topspin. Kemudian stance yang digunakan adalah open stance dimana pemain bersiap memukul bola dengan posisi badan paralel terhadap garis baseline atau menghadap net. Mari kita lihat bagaimana pukulan forehand yang sekarang umumnya dilakukan.






  • Gambar ini diambil dari gerakan forehand Andy Roddick yang dimulai dari ayunan raket ke belakang (Gambar 1). Anda dapat melihat stance yang dipakai Andy Roddick adalah open stance dimana kaki kanan yang lebih dulu maju ke depan dan posisi badan paralel atau menghadap net.
  • Gambar 2 dan 3 raket mulai diayunkan ke depan menuju titik kontak bola dengan raket.
  • Raket sampai pada titik kontak dengan bola pada daerah sweetspot kepala raket (Gambar 4).
  • Setelah titik kontak bola dengan raket maka dilanjutkan dengan followthrough dimana raket diteruskan ke samping badan dengan gerakan seperti whiper mobil atau dinamakan “whiper whip” (Gambar 5 dan 6).
Jadi untuk pemain pemula saya sarankan mempelajari pukulan forehand dengan gerakan yang sederhana terlebih dahulu dengan ayunan yang klasik dan memakai grip continental atau eastern. Apabila anda telah dapat menguasai pukulan ini dengan baik dan dapat memukul bola melewati net dengan konsisten, maka anda dapat bereksperimen dengan mencoba grip lain seperti semi-western atau western. Umumnya seiring dengan perkembangan pukulan, maka footwork anda juga semakin baik dan anda bisa menyesuaikan footwork yang digunakan apabila ingin mencoba memukul dengan grip lain.
Satu contoh lagi berikut ini adalah pukulan forehand Federer yang memakai grip semi-western. Anda dapat meniru gerakannya sebagai contoh pukulan forehand modern yang sempurna.